Pemuda "Handsome"

Hari ini bila orang menyebut "pemuda ganteng" besar kemungkinan pikiran selanjutnya adalah seorang artis jago nyanyi dan akting, atau seorang olah ragawan yang biasa tampil di medan pertandingan, atau peragawan yang melenggang lenggok di atas pentas yang ditonton orang ramai.Lanjutkan bacanya ya.

Berawal Dari Mimpi

Sebuah rencana meraih cita-cita,rencana menggapai mimpi yang tak terhingga,mimpa apakah itu??,read more.

MMI Production

Video kajian ahad pagi yg diproduksi oleh MMI Isykarima. Apa sih MMI itu? monggo dibaca sekilas infonya.^^.

Pilih Cara Matimu

Kisah yg tak bosan-bosannya admin baca. Kisah apa itu??? bacalah,semoga kembali ingat dan istiqomah.

Rahasia Ustadz Kita

Menjadi besar dan hebat seperti ulama' terdahulu pasti ada rahasianya kan. Begitu juga dengan ust yg satu ini. mau tahu siapa dan apa rahasianya. Klik di foto ^^

Mencetak hafidz yg Ilmuwan

Berikut hasil investigasi yg dimuat dimajalah isra UII,mau baca,klik disini.

Tampilkan postingan dengan label Tahfidz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahfidz. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2013

KADO NASEHAT UNTUK TEMAN

Oleh : Fatih (Alumni 2011)

Hari jum'at 18 januari 2013,bisa dikatakan hari ini adalah hari yg kacau,tak bersemangat,hati kacau tapi tak tau pa yg sedang dipikirkan (mungkin mo tgl 19 januari hehehe).tak 1 juz pun terbaca pada hari ini,malam setelah shalat isya' di ma'had UBK/umar bin khotob (bukan unv bin khotob,,hehehe) mencoba tuk memancing semangat dengan muroja'ah juz 7,tapi setelah membaca yang terjadi malah ayat ke 2 lupa..Aaaggrrr rasanya mo nonjok orang ato mo banting sesuatu..(yang pernah ngrasain pasti tau banget rasanya)
 
 Tapi sejenak akal sehat langsung mengendalikan emosi,langsung mengambil HP dan jari2 ni dengan lancar mengetik kata "assalamu'alaikum.. aushini" (nasehati aku) dan mulai mengirim kpada teman2 yang rasanya bijaksana dan terbesit di pikiran ini (tidak buat @akhu hamzah,kejauhan..hehe).dan kebanyakan mereka juga mengalami nasib yang sama sialnya.

Tapi alhamduLILLAH ada 2 teman yang sungguh luarbiasa,memberi nasehat yang sungguh bijaksana dan tepat.

1. aa' imad beliau menuturkan "ihfadhillaaha yahfadhka/jagalah ALLAh,maka Dia akan menjagamu" (untung bukan laa taghdhob,,hehehe),,

2. saifullah almasluul ad-demaky,kata beliau "Ushika bi taqwa ALLAH,akstiril qiro"
 saya pun mencoba mengeluh "nah,masalahnya tu pul,ni lagi males bgt muroja'ah,Q paksa G masuk2" (bahasa aslinya bh.jawa)

dan dengan bijaknya beliau menjawab "Wa minal laili fatahajjad bihi naafidzatal lak,'asaa an yab'asaka maqoomam mahmuudaa..!semangat berjuang blum brhenti,engkau lihat umat menanti akankah engkau membawa cahaya yg terang ataukah engkau yang akan memadamkan cahaya itu,berjuang diatas kepayahan akan hilang kepayahan dan tergantikan pahala dariNYA"

saya pun mencoba bertanya "jazakaLLAH pul,tapi jalan untuk menuju itu smua pa pul.?"

sekali lagi beliau menjawab dengan tegasnya "Tutup HP antum,berusaha meninggalkan yang g dibutuhkan,banyak dzikir.umat ini tak akan bagus kecuali dengan mengikuti jejak pendahulunya,ini manhaj salaf,sabar diatas ujian yang ada,berdo'a semoga senantiasa dijaga dari fitnah2 yang ada.jazakaLLAH"

dan dengan senangnya saya mengakhiri percakapan kami (via sms bos) "sip pul,seng sering2 y..hehe"

dengan hati yang senang,bagiku ini adalah kado penambah umur yang sangat istimewa..
"mamang terkadang menjalankan nasehat itu sulit,tapi lebih sulit menjalani hidup tanpa tuntunan nasehat" (rajiv kusuma aji)

Nb:untuk bh.arab harap tanya yg ngerti,,hehe

Kamis, 01 November 2012

Pilih Cara Matimu

Kalau yg baca para Penghafal Alquran,pasti merinding,cemas,harap. Lha yg mosting aja begitu. Walaupun sudah sering baca,minimal masuk katagori tadzkiroh,murojaah. Biar kita selalu istiqomah.

Simak kisah berikut, dan ambillah pelajaran dari nya.
Salah seorang pekerja pemantau lalu lintas bercerita :
“Tiba – tiba kami mendengar suara tabrakan yang kuat, ternyata sebuah mobil yang menabrak mobil yang lain nya. Ini merupakan sebuah kecelakaan yang sulit untuk digambarkan, karena ada dua orang dalam keadaan sangat parah. Kemudian kami mengeluarkan dan membaringkan mereka ditepi jalan. Lalu kami berusaha mengeluarkan pemilik mobil yang satunya, tetapi kami menemukan nya telah meninggal dunia.
Kemudian kami kembali kepada kedua orang tadi, dan ternyata kami menemukan mereka dalam keadaan sekarat, maka dengan segera teman ku men-talqin-kan kepadanya kalimat Syahadat. Tetapi lidah kedua orang tersebut justru malah melantunkan nyanyian. Keadaan ini semakin membuat ku merinding, tetapi temanku berlaku sebaliknya, ia terus men-talqin-kan kalimat syahadat kepada mereka berdua karena ia mengetahui bagaimana seharusnya bersikap terhadap keadaan yang demikian. Namun demikian, usaha teman ku itu sia-sia, mereka berdua terus melantunkan nyanyian-nyanyian, dan semakin lama suara lantunan mereka semakin melemah. Kemudian orang yang pertama diam lalu di ikuti dengan orang yang kedua hingga akhirnya mereka pun menghembuskan nafas nya yang terakhir.
Lantas ia (taman ku) berkata : “Aku belum pernah menyaksikan kejadian yang seperti ini dalam hidupku.”
“Kemudian kami membawa mereka berdua dengan mobil. Teman ku berkata : “Sesungguhnya manusia itu mengakhiri hidupnya dengan kebaikan atau keburukan tergantung dengan keadaan lahir dan batin nya.”
Maka aku pun takut dengan kematian, aku banyak mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dan melakukan shalat pada hari itu dengan khusyu’.
Berselang beberapa waktu, terjadi lagi sebuah kecelakaan yang sangat mengherankan pula yang menimpa seseorang yang mengendarai mobil dengan kecepatan yang biasa.
Pada waktu itu, mobilnya sedang dalam keadaan rusak karena terperosok pada sebuah terowongan yang menuju kearah kota. Ia pun turun dari mobilnya untuk memperbaiki kerusakan pada salah satu ban, kemudian secara tiba-tiba datang sebuah mobil yang melaju dengan kencang, dan menabraknya dari belakang lalu ia terjatuh dengan luka yang cukup parah. Kemudian kami membawanya dengan mobil lalu menghubungi rumah sakit.
Ia adalah seorang pemuda yang masih berusia beliau. Seorang yang berpegang teguh dengan agamanya yang dapat terlihat jelas dari penampilan nya dan ketika kami membawanya kami mendengar bergumam, tetapi kami tidak bisa mengerti apa yang sedang ia katakan. Namun ketika kami meletakkan nya didalam mobil dan berjalan (menuju rumah sakit), maka barulah kami dapat mendengar nya dengan jelas. Ternyata ia sedang melantunkan Al-Qur’an dengan suara lemah. Subhanallah.
Dia terlihat melakukan hal tersebut ketika dalam keadaan kritis. Ia terus melantunkan al-Quran dengan suara yang indah dan tiba-tiba ia terdiam. Kemudian aku menoleh ke belakang dan ternyata dia sedang mengangkat jari telunjuknya sambil bersyahadat kemudian kepalanya tertunduk. Aku pun meloncat ke belakang, aku sentuh tangan nya, dadanya, nafasnya, tidak ada reaksi apa-apa, ternyata ia telah meninggal dunia.
Aku pun menatapnya dan meneteskan air mataku. Lalu aku memberitahukan teman ku bahwa ia telah meninggal dunia, maka teman ku pun menangis. Aku pun masih menangis terisak dan suasana didalam mobil menjadi sangat mengharukan sekali, hingga kami tiba dirumah sakit.
Kemudian kami memberitahukan kejadian nya kepada setiap orang yang kami temui. Banyak diantara mereka yang terharu dan ikut meneteskan air mata. Diantara mereka, ada yang setelah mendengar kisah pemuda tersebut, lalu pergi menghampirinya lalu mencium kening pemuda tersebut. Semua nya bersikeras untuk tetap duduk disana untuk menshalatkan nya. Salah seorang petugas menghubungi rumah pemuda ini dan pada saat itu, orang yang menerima telepon adalah saudara kandungnya.
Kemudian ia berkata tentang saudara nya itu : “Dia pergi setiap hari Senin untuk mengunjungi neneknya yang tinggal sendirian didesa dan dia selalu mencari para janda, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin (untuk bersedekah). Orang-orang didesa tersebut sangat mengenalnya dan ia juga selalu membaca buku-buku dan kaset-kaset, sedangkan mobilnya penuh dengan beras dan gula untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan hingga permen untuk anak-anak pun tidak dia lupakan.
Dia selalu menjawab jika ditanya tentang jauhnya jarak perjalanan yang dia tempuh “Sesungguhnya aku selalu mengambil manfaat dari jauhnya perjalanan dengan menghafal al-Quran dan mengulangnya, dan juga dengan kaset-kaset yang bermanfaat, sesungguhnya aku selalu memohon ganjaran pahala atas setiap langkah yang aku ayunkan.”
Salah seorang yang hadir disana berkata : “Dulu aku sering merasa bahwa diriku selalu terombang ambing tanpa arah di dalam kehidupan ini. Aku selalu dihempaskan oleh kebingungan dari segala arah karena waktu ku banyak yang kosong dan pengetahuan ku yang sedikit dan aku pada waktu itu sangat jauh sekali dari Allah.
Ketika kami menshalatkan pemuda tersebut, lalu kami menghadiri penguburan nya dan setelah pemuda itu memulai menjalani hari pertamanya diakhirat, maka aku seolah-olah mulai menjalani hari pertamaku didunia ini. Aku benar-benar telah bertaubat kepada Allah Yang Maha Esa.”
[Hikayat Min Suu' Al-Khatimah hal 37-38. Lihat, Agar Anak Mudah Menghafal al-Quran hal 181-184. Hamdan Hamud Al-Hajiri. cet Darus Sunnah]
Alangkah indahnya akhir kehidupan para ahli Qur’an, para penghafal al-Quran.Dan alangkah buruknya akhir kehidupan para ahli nyanyian.
Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan ahli al-Quran. Aamiin

Jumat, 28 September 2012

Pentingnya memenej hafalan kita

"Gimana ya aku menjaga hafalan Quran biar lancar??" 
Bismillahirrahmanirrahim..Yaa ikhwatii kiram…

Risalah ini merupakan sharing dari pengalaman kami pribadi dan jg mungkin bisa menjadi evaluasi bagi kita sekalian, jika ada yg perlu menambahi tentang apa yang ada dalm tulisan ini kami persilahkan. Semoga ini menjadi mediasi kita dan sharing bersama untuk lebih baik lagi sebagai haamilul quran insyaAllah…

Berbicara proses tahfidzul quran adalah amalan yang sangatlah mulia, perlu juhd, pengorbanan ekstra, kosentrasi pikiran, kerja keras dan keistiqomahan…
Ini tentunya adalah modal pokok kita dan wajib’e (bil qolqolah)…
Dan hal-hal ini tidak kita bahas dalam kesempatan ini. Hal2 tsb timbul dari sendiri dengan modal doa Allahumma paksaken akan berjalan insyaallah..

Namun yaa ayuhal ikhwah ada sesuatu yang harus kita perhatikan tentang bagaimana kita dlam suatu pekerjaan yang ekstra keras itu kita memerlukan menejerial waktu dan progam yang tepat. Bagimana hal ini perlu disinkronkan terhadap hal2 yang diatas tadi. Ana masih inget perkataan Ustad Zarkasyi: “Orang ngafal Quran itu 2 modalnya: pinter dan kerja keras. Tapi kadang orang pinter kalah sama orang yang kerja keras.”
Walaupun begitu 2 elemen tersebut selayaknya kita sinkronisasikan sehingga akan menjadi reaksi dan sebuah zat yang menjadikan lecutan keberhasilan kita serta tranformasi diri ke sebuah peningkatan diri yang lebih baik..

Beberapa hal yang akan ana paparkan adalah hasil dari riset pribadi, pengalaman sendiri maupun orang lain dan informasi serta ilmu yang sudah warid dari wahyu ilahi kemudian jg Ulama quraa’.
Semoga ini bermanfaat bagi kita yang terutama yang sudah meraskan udara luar di ma’had maupun masih di ma’had. Tidak jarang juga karena pertanyaan dari beberapa adik kelas dan teman bertanya: “kak gimana ya jaga Qurannya diluar??”
Oke mari kita jawab bersama-sama:

Kita akan coba bahas prinsip-prinsip yang mungkin ini kita perlu pegang:


Pertama: PROSENTASE PERAN DALAM TAHFIDZ: DIRI KITA SENDIRI 80% lebih  MUSYRIF/USTADZ TAHFIDZ KITA 20% kurang
Ini yang harus kita camkan pertama-tama. Kita harus buang jauh2 ketergantungan kita pada musyrif (walaupun begitu saya tdk mengesampingkan peran penting musyrif. Karena memang perannya penting juga tp peran diri kitalah yang penting). Memang kita sering dapati ketika di ma’had dahulu, kita nyetor pas ada musyrif, murojaah cumin pas di halaqoh. Progam kita hanya tergantung sepeti itu saja. Gak tau hasilnya gmn?? dan planning jelasnya gmn?? Terutama saya tekankan di murajaahnya. Kita cuman murajaah pas waktu yg ada/ pas ada ustad tanpa perhatian sudah dapet target standard belum…
Ini yg dirasakan kebanyakn kita dulu di mahad. Ketika diluar baru kerasa akibatnya dari situ. Suruh tasmi membla memble pas ngimami abal-abal. Sudah khatam setor 30 juz tapi gak tau dimana hafalannya. Maka modal kerja keras kita juga harus masih bersambung ada/tdk ada musyrif disamping itu kita harus pinter memenej hafalan dan sisitem murojaah kita.

kedua: PANDAI MENGATUR SISTEM HAFALAN YANG MUNADZOM
الْحَقُ بِلاَ نِظَامٍ يُغْلَبُ بِالبَاطِلِ بِنِظَامٍ

“Kebenaran (yang didakwahkan) secara tidak terorganisir akan terkalahkan dengan kejahatan/kejelekan yang dilakukan secara terorganisir
Ini adalah prinsip yang kedua. Pembahasan ini amatlah membantu dan kita akan rasakan hasilnya jika kita bisa laksanakan. Karena progam kita lebih terorganisir dan terarah..


Kita akan coba bagimana contoh standard kita memenej progam hifdzul quran kita sehari-hari. Kita bisa lihat pembahasan ini di catatan saya sebelumnya:

(linknya yg bisa di buka di coment bawah)
 Namun ini tambahan saja, progam ini adalah hasil riset pribadi dan pengalaman pribadi maupun orang lain. Ini adalah progaam yang harus dilakukan secara continue dan butuh keistiqomah.  

Berikut adalah contoh menejemen tahfidz dan murojaah pribadi yang standard
1.  Ketika kita blum selesai setoran 30juz.
Kita bagi hafalan menjadi 3: Hafaln baru [HB] , Tikror(melancarkan) [T} , Muroja’ah [M].
ket:
-HB: hafalan yang belum pernah kita hafal dan akan distorkan (standard: max 2 lembar)
-T : hafalan yang perlu dilancarkan (standard: haflan seminggu)
-M: hafalan yang sudah lancar  (standard: termurajaah seluruhnya seminggu)

Ambil contoh kita baru saja  hafal 7 juz:
HB: 1 lembar/hari
T   : 2,5 lembar/hari
M :  1juz/ hari

Dengan begini  dia sudah dapet setngah juz seminggu dan dia dah lancar jus 7nya dan 7juznya terulang dalam seminggu.

Ambil contoh kita baru saja  hafal 14 juz:
HB: 1 lembar/hari
T   : 2,5 lembar/hari
M :  2juz/ hari

 Dengan begini  dia sudah dapet setngah juz seminggu dan dia dah lancar jus 14nya dan 14juznya terulang dalam seminggu.

2. Ketika kita sudah selesai setoran 30 juz tp masih blum dhobit
Maka tinggal 2 progam: Tikror dan Murojaah

katkanla lancar 14 juz maka:
T: 5 lembar/hari
M: 2juz/hari
3. Kalau sudah dhobit 30juz:
Tinggal kita jadikan Al Quran jadi wirid. Standard 5 juz perhari kata ulama qurro  من قرأخمس لا تنس(Siapa yg baca 5 juz tidak akan lupa)
Tp klo masih keberatan 3 juz (1 juz dr seperspuluh awal, dr yg kedua dan dr ketiga)

Pemaparan ini masih fleksible dan tidak harus sperti di atas tapi paling tidak ini cukup standard. Walaupun begitu kembali ke kemampuan masing-masing yang penting bisa termenej.

ketiga: JANGAN LUPA DOA DAN PELAJARI MAKNA TERKANDUNG DLM AL QURAN DAN COBA MENGAMALKAN
Ini adlah hal yang sangat urgen juga. Kita takkan mampu menjadi ahlul quran kecuali atas bimbingan-Nya.
Begitu juga kewajiban kita utk mempelajari Al quran dan berusaha mengamalkannya. Ini tanggung jawab kita sebagi penghafal Al Quran.
{مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ}

Semoga risalah ini bermanfaat bagi kami pribadi dan Ikhwan sekalian dan menjadi amal ibadah…

اللهم ارحمنا بالقرآن العظيم، واجعله لنا إماماً ونوراً وهدى ورحمة. اللهم ذكرنا منه ما نُسِّينا، وعلِّمنا منه ما جهلنا، وارزقنا تلاوته آناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا، واجعله حجة لنا ولا تجعله حجة علينا، يا رب العالمين
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silahkan kalo yang ada menambahkan, kita akan sharing sama2…
bersama ust Rosyid Adi

Rabu, 26 September 2012

Harga Al-Mulk lebih Mahal

menjadi tabungan kelak di surga,amin
cinta Alquran
Sore itu, saya dan seorang teman sedang mampir di sebuah warung es kelapa di pinggir jalan. Bukan rasa haus yg membuat kami singgah disitu. Apa alasannya, saya sendiri belum mengerti.

Disana terlihat seorang pria sedang duduk menikmati es kelapa. Sedang pemilik warung itu adalah sepasang suami-istri asal Medan, yg saya duga dari logat bicara mereka. Kami berdua pun memesan es kelapa.

Tak lama, d
atanglah seorang bocah berusia kira-kira sekitar 7 tahun. Bocah itu mendekati kedua pemilik warung sambil cium tangan. Bocah itu mengenakan peci putih dan baju koko, sepertinya ia baru usai mengaji.

Pria yg datang sebelum kami bertanya, "Ini anak bapak?"
Pertanyaan itu dibenarkan oleh penjual es kelapa.

Pria pembeli lalu menyapa si bocah, "Habis pulang ngaji ya?"
Anak itu mengangguk.

"Ngajinya sudah sampai surat apa?",tanya pria tadi.
"Surat Al-Mulk", jawab anak itu singkat.

Mendengar jawaban bocah itu, saya dan teman mulai tertarik dan pasang telinga, karena anak usia 7 tahun sudah belajar ngaji sampai surat al-Mulk, surat yg ke-67. Pada saat yg sama, kedua mata ini mendapati mimik bangga yg tersirat di wajah kedua orang tuanya yg berpofesi sebagai penjual es kelapa.

Pria tadi bertanya lagi, "Apakah kamu hafal surat A-Mulk?"
Anak itu menjawab dengan anggukan!

"Apakah boleh saya test hafalanmu?", tanya pria tadi kepada sang bocah. Lagi-lagi si bocah menjawab dengan anggukan.

Pria itu lalu membaca penggalan awal ayat ke 16 dari surat Al-Mulk dan meminta bocah tersebut untuk melanjutkannya. Bocah itu membaca dengan fasih ayat ke-16 :

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ...

Saya dan teman mulai colek2an menikmati tontonan menakjubkan dan gratis ini. Saya pun melihat kedua orang tuanya tidak hanya menikmati, namun ada gurat rasa bangga di wajah mereka.

"Subhanallah.. boleh saya minta kamu baca satu ayat lagi?!", pinta pria tadi.

Anak itu pun tanpa sungkan membaca ayat lanjutannya. Tatkala ayat ke-17 usai dibaca oleh sang bocah, maka kami semua bertasbih memuji Allah dengan suara yg lebih keras.

Pria tersebut pun mengeluarkan uang dari sakunya. Ia berujar, "Aku ingin memberi hadiah untukmu sebab kamu sudah hafal surat Al-Mulk!"

Pria itu memberi selembar uang pecahan Rp 10.000 kepada si bocah dan ia pun langsung cengengesan kegirangan. Tak lama berselang, pria itu menambahkan pemberiannya. Kali ini ia berikan pecahan Rp 100.000. Dan bocah itupun bertambah girang.

"Kalo anaknya sudah hafal surat Al-Mulk, pasti kedua orang tuanya lebih banyak lagi hafalannya", ujar pria tadi kepada penjual kelapa.

"Hhhuuufff... Boro2 hafal paaak, baca Al-Quran saja kami berdua tidak bisa!", jawab ayah dari bocah tadi.

"Insya Allah kalian berdua bisa masuk surga sebab anak ini yg menghafal Al-Quran. Namun saat di surga, mungkin kepala kalian selalu menengadah ke atas. Sebab surga anak ini pasti jauh lebih tinggi kedudukannya dibanding kalian. Bila kalian mau bersama2 di akhirat kelak, maka rajinlah membaca dan menghafal Al-Quran!", pria itu menyudahi taushiyah singkatnya.

Kedua orang tua bocah tadi menganggukkan kepala tanda setuju.

Saya dan teman pun bangkit dari duduk untuk membayar es kelapa yg telah kami minum. Pria pembeli tadi berkata, "Maaf bapak2, izinkan saya mentraktir kalian berdua. Saya amat bahagia malam ini".

Kami berdua saling pandang lalu kami mengangguk dan berterima kasih kepadanya.

"Berapa semua harga es kelapa ini, pak?", tanya pria tadi kepada bapak penjual.

"Tiga gelas Rp 21.000 saja", jawabnya.

"Wah.. ini luar biasa. Alhamdulillah, harga surat Al-Mulk lebih mahal dari es kelapa. Ini baru benar!", kata pria tadi.

Saya dan teman lalu berpamitan. Saat motor yg saya kendarai meninggalkan warung tadi, Allah SWT izinkan mata ini melihat sebuah pemandangan yg teramat indah. Disana terlihat ibu-bapak penjual es kelapa tadi tengah membelai kepala anaknya yg telah hafal surat Al-Mulk.

Dalam hati saya tersirat makna bahwa anak itu telah membuat kedua orang tuanya bangga dihadapan makhluk saat di dunia. Saya yakin, anak itu pun akan membuat bangga kedua orang tuanya di akhirat di hadapan Allah Sang Khalik, sebab hafalan Al-Quran yg dimilikinya.

Saya pun berdoa dengan gumam dalam hati, "Ya Allah.. muliakanlah aku, keluargaku dan orang tuaku dengan cahaya Al-Quran"

Segala puji bagi-Mu, ya Allah atas hadiah tontonan indah di malam itu...
By : Status santri (ga kedetec sumbernya)

Senin, 24 September 2012

Tuntas Menghafal Quran dalam 60 Hari

sahabat semua dimana saja
jangan kalah ya sama beliau
dalam kondisi darurat militer
bisa hafal Alquran dlm jangka 2 bulan
Pacu semangat tuk menjadi Kafilah Qurany......
semangat ...!!!!
By. Sahabat Al-Aqsha

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More