Pemuda "Handsome"

Hari ini bila orang menyebut "pemuda ganteng" besar kemungkinan pikiran selanjutnya adalah seorang artis jago nyanyi dan akting, atau seorang olah ragawan yang biasa tampil di medan pertandingan, atau peragawan yang melenggang lenggok di atas pentas yang ditonton orang ramai.Lanjutkan bacanya ya.

Berawal Dari Mimpi

Sebuah rencana meraih cita-cita,rencana menggapai mimpi yang tak terhingga,mimpa apakah itu??,read more.

MMI Production

Video kajian ahad pagi yg diproduksi oleh MMI Isykarima. Apa sih MMI itu? monggo dibaca sekilas infonya.^^.

Pilih Cara Matimu

Kisah yg tak bosan-bosannya admin baca. Kisah apa itu??? bacalah,semoga kembali ingat dan istiqomah.

Rahasia Ustadz Kita

Menjadi besar dan hebat seperti ulama' terdahulu pasti ada rahasianya kan. Begitu juga dengan ust yg satu ini. mau tahu siapa dan apa rahasianya. Klik di foto ^^

Mencetak hafidz yg Ilmuwan

Berikut hasil investigasi yg dimuat dimajalah isra UII,mau baca,klik disini.

Senin, 26 September 2011

“TARBIYAH QUR’AN BERKARAKTER”

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,Pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. ( QS : IBRAHIM 24-25 ) Allah swt adalah pendidik hakiki Dialah Rabbul ‘aalamin pemilik, pendidik, pengatur sekalian alam, Dia mendidik seluruh alam semesta dengan sunnah kauniyah dan sunnah syar’iyyahnya. Dia mendidik kaum muslimin dengan Iman kepadaNya, menerima hidayah dan Syari’atNya. Output pendidikan Allah digambarkan seperti pohon yang besar, akarnya kuat menghujam ke bumi berdiri dengan kokoh, dahan dan rantingnya menjulur ke langit mengayomi orang oarng yang berteduh di bawahnya, memberikan buahnya yang fresh setiap saat, inilah sebagaian karakter yang unik, indah pendidikan Rabbany Allah swt. Yang diharapkan menjadi permasalahan pendidikan kontemporer
Pertama : Pendidikan yang membentuk Aqidah yang benar dan kuat, kepribadian mantap, idealis tinggi, landasannya ma’rifah dan iman kepada Allah, RasulNya dan semua yang ghaib yang diberitakan oleh Allah swt, tauhid yang murni tidak dicampuri oleh kesyirikan, hal mengantarkan kepada visi dan orientasi ridha Allah. Aqidah yang kuat menjadikan seseorang memiliki prinsip yang tak tergoyahkan, siap berkorban dengan semua yang dimiliki untuk mempertahankan idealis iman, ibadah, amal shaleh. Tergambarkan kepribadian ini dalam imannya tukang sihir fir’aun ketika beriman kepada Musa as, mereka dengan tenang menghadapi siksaan Fir’aun dengan dipotong tangan dan kaki bersilang dan disalib sampai mati, dan apa yang ditunjukkan oleh segenap orang shalihin yang disuruh memilih antara kafir atau digergaji tubuh mereka dari kepala sampai kaki, ternyata mereka memilih mati daripada kekufuran. Kepribadian yang kuat adalah kepribadian yang memiliki idealis yang tinggi, maka ia berbuat baik terus menerus, berdakwah dan berjihad dalam menyebar luaskan kebenaran dan kebaikan, ia menyadari bahwa nilai seseorang bukan pada wajah dan fisiknya, bukan pula harta kekayaan dan jabatannya, melainkan misi yang diembannya, orang beriman memiliki misi da’wah kepada keridhaan Allah, kepada diinNya, seorang mukmin mengetahui kebaikan, menikmati kebaikan bahagia dengan kebenaran, dan ia cinta kebaikan buat seluruh manusia, maka ia berda’wah kepada kebaikan, ia mengenal kemungkaran dan membencinya dan melarang manusia dari kemungkaran, jadilah ia makhluq terbaik. ” Kalian umat yang terbaik yang dipersembahkan buat manusia, kalian memerintahkan kepada kebaikan, melarang kemungkaran” Aqidah yang kuat, idiologi yang kokoh menjadikan seorang punya kepribadian yang kuat tidak mudah ikut ikutan yang tidak ilmunya, ” dan janganlah kalian mengikuti apa apa yang kalian tidak memiliki ilmu berkaitan dengannya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungan jawab” Nabi bersabda : ” janganlah kalian menjadi orang yang suka ikut ikutan, mengatakan : kalau manusia berbuat baik aku berbuat baik, kalau manusia berbuat buruk aku juga berbuat buruk, kan tetapi teguhkan dirimu kalau manusia berbuat baik, berbuat baiklah engkau, dan kalau manusia berbuat buruk, jauhilah perbuat buruk mereka” Kedua : pendidikan yang membekali ilmu bermanfaat dan membimbing beramal yang didasarkan atas ilmu yang bermanfaat. Pendidikan Islam mengantarkan peserta didik dapat lulus ujian hidup yaitu mampu melakukan amal terbaik dalam segala posisinya, ” Dialah(Allah) yang menciptakan hidup dan mati untuk menguji siapa yang paling baik amalnya” amal terbaik tidak mungkin dilakukan kecuali berdasarkan ilmu yang bermanfaat, kecerdasan intelektual yang matang, kehendak yang kuat, kemampuan ekplorasi, pengalaman yang mendidik. Dan ilmu tidak akan bermanfaat kecuali menghasilkan suatu amal sebagai sarana ibadah kepada Allah swt. Ilmu yang bermanfaat dalam epistimologi Islam mencakup ilmu ghayat (tujuan hidup) dan ilmu wasaail(sarana hidup) ilmu dalam pendidikan Islamy adalah ilmu yang komprehensif ilmu yang saling melengkapi dan tidak mengenal dikotomi dan pemisahan ilmu agama dan ilmu dunia, melainkan Islam memandang semua ilmu bagian dari agama, hanya agama yang berkaitan dengan tujuan hidup dan sarana hidup. Ayat pertama turun kepada Nabi Muhammad telah mengajarkan membaca secara mutlak, membaca seluruh ciptaan Allah, membaca dengan nama Rabb, yang menunjukkan bahwa tujuan membaca apapun yang dibaca dalam rangka mengenal Allah, beribadah kepadaNya dan mendidik diri dengan sunnatullah kauniyyah dan syar’iyyah. Amal shaleh merupakan karakter didikan Islam, dialah amal sukses yang produktif rapi dan yang moralis, amal yang bermanfaat yang dilakukan ikhlas karena Allah, amal ikhlas karena Allah pasti dilakukan dengan itqan (teliti) rapi, tekun istiqamah. Karakter didikan Al-Qur’an suka melakukan kebaikan sekecil apapun walaupun kelihatannya remeh, melakukannya tanpa memnadang status dirinya, walaupun ia seorang presiden ia tak segan segan menyingkirkan duri dari jalanan, ia merasa dinasehati hadits ” Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang, yang tertinggi laa ilaaha illallah yang terendah menyingkirkan hal yang mengganggu dari jalan” HR Muslim. Ketiga : Akhlaq yang tinggi, dan interpersonal yang baik. Islam membangun akhlaq mulia, krena kahlaq adalah addin, kwalitas diin seorang dilihat dari akhlaqnya, baik akhlaq kepada Allah, diri sendiri, dengan alam semesta dan dengan sesama manusia, akhlaq yang baik adalah memberikan kebaikan, dan menahan diri dari melakukan kerusakan, serta murah senyum. Islam mengajarkan manusia suka bergaul dan berinteraksi kunstuktif dengan siapapun, berkenalan dilanjutkan dengan ta’awun dalm kebajikan dan ketakwaan. Nabi bersabda : ” seorang beriman supel, mudah bergaul dan mudah diajak bergaul, tidak ada kebaikan seorang yang tidak mudah bergaul dan tidak mudah diajak bergaul” nabi bersabda juga : ” orang beriman yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka lebih baik daripada orang beriman yang tidak bergaul dengan manusia dan tidakj sabar atas gangguan mereka” Seorang beriman dengan misi da’wah, tarbiyah dan ishlahnya, suka bergaul, berkenalan, membantu, bekerjasama dalam kebajikan dan takwa, diharapkan kebaikannya, aman dari gangguannya, jujur dalam bicara dan janjinya, tangannya mempersembahkan kebaikan, bibirnya tersenyum dengan kasih sayang. Suka memberi maaf, tidak menggunjing, tidak mencela, mudah memberi maaf, tidak pendendam. Mudah diajak berbuat baik, dan jauh dari keburukan. Dengan akidah lurus, ilmu yang dalam, amal yang benar, akhlaq yang tinggi, manusia akan selalu menuju kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah dan merealisasikan tujuan diciptakan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Posted in Dr. Muh. Mu'inudinillah, MA

Minggu, 18 September 2011

PENJARA SUCI?

Hari ini ku sedikit iseng baca-baca berita yg tersebar di berbagai media….”nih beritanya ga da yg bagus ya,,semuanya berkisar pd kejahatan”pikirku sambil terus membaca….entah kejahatan politik,sosial,ekonomi dan buanyak sekali macamnya yg ujung-ujungnya berakhir pada kata penjara. Ingat penjara,terbesit di hati tuk menulis fikiranku seputar hal itu,wa bil khusus,,dgn bahasa santrix”penjara suci” bin ma’had..hehe….


          sebenarnya kalau pondok disebut penjara,berarti santrinya disebut narapidana,utawi kriminil…dan kalau dipahami jelas berbedA arti antara penjara yg asli dgn penjara yg beridhofkan suci ini…..tapi ada makna yg sama yaitu sama-sama karatina untuk menjadi lebih baik
Sebagai mantan narapidana 4 thn penjara,kita sudah bersama melewati hari-hari yg berat,indah dan berbobot dalam kisah perjalanan hidup ini . Dan akhirnya sekarang kita berada di penjara yg lebih luas dan mulai kehilangan kesuciannya sebab ulah manusia,apa?? Yaitu dunia…ingatkan kalian akan ini “Dunia adalah penjara bagi mukmin,dan surganya orang-orang kafir”. Dulu di penjara suci,kita dibekali dgn sumber dari segala ilmu ,AlQuran dan AsSunnah,kita belajar tentang apa-apa yg Allah perintahkan dan dilarangkan.kita bersusah payah membentuk pribadi yg setia mendirikan sholat,menjalin ukhuwah yg kuat antar sesama,di didik bermental baja dgn sapala,dilatih ilmu kanuragan “tifan” untuk dikeluarkan saat diperlukan…..pencapaian yg Luar biasa ,manisnya keimanan yg sukar untuk diungkapkan…..rasa letih yg selalu berujung kebahagiaan ….tapi itu DULU,sekarang???......

           Sekarang kita berada di penjara yg lebih luas,kalau disebut ya sangat luas (terbukti banyak tanah yg belum kita injak :D)…Hendaknya kita menengok ke punggung kita,masih cukupkah bekal kita selama berada di penjara suci dulu(segala usaha ibadah & tholabul ilmy),atau masih adakah bekal yg dulu sudah capek-capek kita kumpulkan(ilmu-ilmu yg sudah kita dapatkan ,yg teratas AlQuran kita hafalkan)…….Untuk sekedar cukup ,sungguh waktu 4 thn dulu itu sangat pendek di banding perjalanan standar kehidupan manusia (60 thn mas)….dan mesti kurangnya pakde.Lha yg keduax itu MASIH ADAKAH?....apanya….???hafalan kita…..jangan sampai kita seperti permisalan yg Allah sebutkan dlm surat AnNahl :92(Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. ) permisalan yg sangat mengena,Baju taqwa yg kita rajut saat itu,dari benang2 sholat berjamaah,qiyamullail,tilawatul quran,ketika mulai kita tinggalkan,bagaikan mengurai baju kita,menjadi benang2 yg rapuh….sungguh, Rugi dunia akhirat…..lha pedagang saja dalam hal dunia ga mau rugi…pinginx untung terus….apa lagi kita,yg menyangkut perkara 2 kehidupan…

 Diriwayatkan dr Anas bin Malik ra,dia berkata,Rosulullah Saw besabda,”Diperlihatkan kepadaku pahala-pahala ummatku sampai (pahala karena)kotoran yg dikeluarkan oleh seseorang laki-laki dari masjid. Diperlihatkan pula kepadaku dosa-dosa ummatku. Aku tidak melihat dosa yg lebih besar daripada (dosa karena) satu surat atau satu ayat dari AlQuran yg diberikan (sbg hafalan) kepada seseorang lalu dia lupakan.”(HR Abu Dawud no 461 & Tirmidzi no.2916) Satu hadist ini yg sebenarnya cukup bagi kita untuk selalu mendorong semangat penjaga AlQuran….bukan untuk memberatkan,tapi mengingatkan….sebagaimana firman Allah: (Thaha, Kami tidak Menurunkan al-Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),)QS Thaha 1-3…………ayat yg membuat keteguhan sahabat Umar runtuh,menjadi awal hidayahnya,kerna ketakutannya kpd Allah… Sahabat,hendaknya kita selalu ingat akan misi ma’had mendidik kite yaitu
….2.mensyi’arkan dan menanamkan nilai-nilai AlQuran di tengah masyarakat
,3.mengembangkan pusat kajian ilmiyyah syar’iyyah dan quraniyyah,Alias membuat penjara dunia ini menjadi seperti kala kita dipenjara suci dulu. Jangan sampai itu kita lupakan…… Terakhir…..kita bisa bersyukur jika mendapat nikmat dan bersabar kala mendapat musibah,Musibah terbesar untuk huffadz adalah lupa kan AlQuran yg telah dipegangnya….tapi apakah kita akan bisa bersabar???
beruntunglah orang yg Sadar dan kemudian berusaha kembali,kerna itu adalah bentuk kesyukurannya dan selalu sabar dlm berpegang kpdnya…… “.::::.”

Rabu, 09 Maret 2011

Ladang yang lain...

Alqur'an adalah kitab yang mulia,ia adalah ladang yang selalu menyuburkan tanamannya,sawah yg menghijaukan padinya,siapa yang tidak tertarik untuk berinvestasi didalamnya???? kami akan menyantumkan hadist nabi mengenai fadhilah membaca alqur'an,,,,cukup tiga saja,,,,
insya Allah mampu membakar gairah amal islamy kita terutama qirooatul qur'an
1. hadist Nabi :
عن أبي أمامة الباهلي قال : سمعت رَسُول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يقول : ( اقرؤوا القرآن ؛ فإنه يأتي يوم القيامة شفيعاً لأصحابه ، اقرؤوا الزهراوين : البقرة وسورة آل عمران ؛ فإنهما تأتيان يوم القيامة كأنهما غمامتان ، أو كأنهما غيايتان أو كأنهما فرقان من طير صواف ، تحاجان عن أصحابهما ، اقرؤوا سورة البقرة ؛ فإن أخذها بركة ، وتركها حسرة ، ولا يستطيعها البطلة ) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Umamah radhiyallahu `anhu , ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Bacalah Al Qur’an karena di hari kiamat ia datang memberi syafaat pada orang yang membacanya. Bacalah Az Zahrawain, yaitu; surat Al Baqarah dan Ali Imran, nanti di hari kiamat kedua surat tersebut datang bagaikan dua gumpalan awan, atau bagaikan dua rombongan burung yang terbang membentangkan sayapnya , membela orang yang selalu membacanya, bacalah surat al Baqarah, karena membacanya membawa keberkahan, dan meninggalkannya adalah penyesalan, dan tukang sihir tidak mampu menyihir orang yang membacanya”. HR. Muslim.
2. hadist Nabi :
عن أبي هريرة قال : قال رَسُول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : ( أيحب أحدكم إذا رجع إلى أهله أن يجد فيه ثلاث خلفات عظام سمان ؟ )) قلنا نعم ، قال : (( فثلاث آيات يقرأ بهن أحدكم في صلاته خير له من ثلاث خلفات عظام سمان ) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu , ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “ sukakah salah seorang kamu apabila kembali ke rumahnya mendapati tiga ekor unta gemuk besar yang sedang hamil ? kami berkata: tentu. Beliau bersabda," sesungguhnya tiga ayat yang yang dibaca saat shalat lebih baik baginya daripada tiga ekor unta gemuk besar yang sedang hamil". H.R. Muslim.

وعن عبد اللَّه بن عمرو بن العاص عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا ؛ فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها) رَوَاهُ أبُو دَاوُدَ التِّرمِذِيُّ ،
Dari Abdullah bin Amru r.a, dari Nabi SAW, ia bersabda : “Kelak akan dikatakan kepada orang yang mengamalkan Al Qur’an : “Bacalah sambil naik (tangga surga), dan bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya dahulu di dunia dengan tartil karena sesungguhnya tempatmu di akhir ayat yang engkau baca”. HR. Abu Daud dan Tirmizi.
Ayo bukan saatnya kita berdiam diri,,,,surga Allah itu mahal,,,,,dan ini salah satu jalan kita
untuk mendapatkannya,,,,,,

Senin, 07 Maret 2011

APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?

Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)". (HR. Ahmad).

Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:
- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",

- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",

- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",

- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",

- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",

- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",

- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".

Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:

- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,

- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,

- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,

- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,

- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,

- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,

- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".

Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

METODE Menghafal AlQur'an

baca,baca n baca,sampai berkacamata
Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad r. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:

Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:
1- Bacalah ayat pertama 20 kali:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {1}

2- Bacalah ayat kedua 20 kali:

وَءَاتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا {2}

3- Bacalah ayat ketiga 20 kali:

وَإِنْ خِفْتُمْ أّلاَّتُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَاطَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّتَعُولُوا {3}

4- Bacalah ayat keempat 20 kali:

وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا {4}

5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.

6- Bacalah ayat kelima 20 kali:

وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}

7- Bacalah ayat keenam 20 kali:

وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَابَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهَدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا {6}

8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali:

لِّلرِّجَالِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا {7}

9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali:

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُوا الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {8}

10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.

11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.

- BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?

Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

- BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?

Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.

Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.

Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?

Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.

Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.Wallau'alam bishowab

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More