“wah,jam setengah enam,sebentar lagi maghrib,ke masjid nabawi ga y a???”sambil melirik jam tanganku .
Tak perlu waktu lama untuk menginjakkan kaki ini di lantai masjid yg mengkilat,hanya sekitar 20menit bagi yg berjalan lambat,19 menit yg berjalan cepat,10 menit bagi yg berlari..hehehe . Dari pintu Umar Bin Khoththob Rodhiyallahu’anhu,ku berjalan berkeliling mencari tempat yg pas…”itu dia,rak sandal no 537” tempat favorit,selain agak sepi,di tempat ini aku biasa nongkrong sembari menunggu buka puasa. Ketika jam menunjukkan angka 18:30 adzan maghrib berkumandang,saatnya berbuka puasa bagi yg berpuasa.
Buka puasa disini serasa bulan romadhon lho,semua sisi shof menyediakan lepek buka puasa. Menu standarnya Ruthob(korma setengah matang,rasanya emmmmm,pokoknya dijamin enak,apa lagi masih dingin-dingin dr kulkas,sip pokoke)+ air zam-zam. Ada juga yg nambahi dgn roti arab yg tebelnya minta tambah,jahe tanpa gula,yg rasanya seperti jamu,persis banget+ teh khas yg ditambahi daun minth,rasa dan baunya mantaffff. Rasanya capek dan lelah tadi itu sirna ketika buka puasa bareng-bareng orang turki. Setelah itupun telinga kita akan dimanjakan bacaan merdu imam masjid nabawi Syaikh Abdul Muhsin Bin Muhammad AlQosim. Bagai mimpi,tapi nyata,dan susah diungkapkan dgn kata-kata (mencontek ungkapan mas aries ^^). Kupejamkan mata sebentar,ah enaknya muter-muter masjid nih kayaknya.
Belum juga berdiri dari tempat sholatku tadi,pandanganku berpaling pada 2 anak kecil beserta bapaknya yg berada 2 meter di belakang saya. “weh ,bapaknya ngafal matan,anaknya ngaji rek” terbesit rasa iri dan malu dalam hatiku{cieee}. Dari facenya kayaknya anak eropa nih,wah-wah-wah,jiwa petualangku padam seketika dan beranjak untuk tidak kalah sama bocah kecil dan bapaknya..”ayo,ngaji2…siippp” . wahai pembaca sekalian ,bayangkan,anak kecil segitu sudah dekat dan cinta dgn Alquran. Kita yg lebih gede jangan mau kalah ya. Eh gak tahunya,1 meter di arah jam 10 saya ada orang arab ,internetan pake i-padnya.” Ngajinya pake Quran digital kali”batinku husnudzon,hehehe. Padahal jelas-jelas buka facebook lho. Tapi malu ah,masak tetanggaan sama Rosulullah masih pake suudzon- juga. “Mending ngaji lah dari pada ngurusi orang lain”,tapi lagi asyiknya,aktivitasku terganggu dengan bunyi perut kelaperan. “Ya Allah,laper nih,klo ke jamiah harus rebutan bis dgn orang-orang afrika,pake sikut-sikutan”,weaah malesi tenan pokoke. Tinggal satu cara yg termudah dan gratis. Yaitu berdoa. (trik yg mesti berhasil diterapkan oleh para perantau). “Ya Allah,hambamu ni kelaperan,dan uang sudah menipis,apalagi dana turunnya masih akhir bulan,berilah daku makan malam ini” amin.
Pembaca sekalian,kira-kira Allah kabulkan ga doa yg satu ini??? Yap,berbekal hadist qudsi “فا ستطعموني أطعمكم “ yg artinya”maka mintalah makanan kpdKu,niscaya Aku kan beri makanan” alhasil :- makan swarma+ ayam+nasi bukhori gratis-tis tis. Kurang apa coba!!!!! Malam ini,ku memandang keatas langit madinah,oh indahnya bulan purnama malam ini,tak terasa esok adalah jumat ke 4 aku sudah berada di kota hijrah . Betapa banyak nikmat yg Engkau berikan kpd hamba. Kiranya ku syukuri nikmat ini dgn tak sekedar mulut berucap,tapi lisan hal yg berbuat. Sehingga Ia ridho,dan menambahkan nikmatNya seperti yg Ia janjikan.
Dibawah sinar Rembulan ,kuberjalan sembari mengingat akan ayat Allah “Nikmat manakah lagi yg akan kau dustakan???” dan berfikir “jalan ini masih panjang,selalu berjuang sampai kembali pulang” Semoga tulisan ini membuat penulis semakin ingat akan nikmat Allah,Dan memakainya di jalan kebenaran,Dan tak lupa, membuat pembaca semua,kepingin ziarah ke AlMadinah Al Munawwaroh.
Jumat,tgl 9 maret 2012 pukul 1 dini hari












