Pemuda "Handsome"

Hari ini bila orang menyebut "pemuda ganteng" besar kemungkinan pikiran selanjutnya adalah seorang artis jago nyanyi dan akting, atau seorang olah ragawan yang biasa tampil di medan pertandingan, atau peragawan yang melenggang lenggok di atas pentas yang ditonton orang ramai.Lanjutkan bacanya ya.

Berawal Dari Mimpi

Sebuah rencana meraih cita-cita,rencana menggapai mimpi yang tak terhingga,mimpa apakah itu??,read more.

MMI Production

Video kajian ahad pagi yg diproduksi oleh MMI Isykarima. Apa sih MMI itu? monggo dibaca sekilas infonya.^^.

Pilih Cara Matimu

Kisah yg tak bosan-bosannya admin baca. Kisah apa itu??? bacalah,semoga kembali ingat dan istiqomah.

Rahasia Ustadz Kita

Menjadi besar dan hebat seperti ulama' terdahulu pasti ada rahasianya kan. Begitu juga dengan ust yg satu ini. mau tahu siapa dan apa rahasianya. Klik di foto ^^

Mencetak hafidz yg Ilmuwan

Berikut hasil investigasi yg dimuat dimajalah isra UII,mau baca,klik disini.

Jumat, 21 September 2012

iqro' #bacalah

Bismillahirrahmanirrohim
Ini adalah pertanyaan tentang bergabung dalam facebook, yang dijawab oleh Fadhilatus Syaikh Usamah Al ‘Utaiby –semoga Allah senantiasa menjaga beliau - :

Kontek pertanyaan :
Al Akh sedang menanyakan tentang bergabung dengan jaringan Facebook untuk berdakwah (menyeru ) kepada Al Haq ( kebenaran)
Demi Allah Facebook sebagaimana telah diketahui bahwa ia menjadi bahan kontroversi, seperti yang dikatakan dan menjadi tanda tanya seputar itu, dan yang nampak adalah bahwa  ia merupakan situs mata-mata untuk memikat banyak para pemuda, dan untuk mengetahui rahasia orang banyak, dan membantu dan mengarahkan sebagian orang-orang muda kepada berbagai fitnah, seperti yang terjadi pada berbagai demonstrasi di Mesir.
 Ini adalah Situs yang dipolitisir dan dikatakan bahwa intelijen yang ada di baliknya adalah intelijen kekafirannya orang-orang kafir , karena itu saya menduga Mossad adalah kepanjangan tangan didalamnya. sehingga saya memperingatkan Anda semua tentang situs ini. Walaupun disana terdapat  kolom-kolom atau halaman ikhwah salafiyyin untuk menyebarkan kebenaran dan petunjuk disana, maka saya katakan:
 Ya, jika hal ini ia melakukan  untuk meminimalisir kejelekan, maka insyaAllah tidak mengapa hal ini apabila ia menginginkan untuk memasukkan dakwah dan ta’lim. Adapun kalau masuknya dia untuk tujuan bergabung dan untuk saling berkenalan maka hal ini tidak diperbolehkan.
Maka masuk ke Facebook bisa jadi untuk tujuan  berurusan dengan program untuk berkenalan dengan orang lain atau tujuan untuk digunakan sebagai program misalnya, Messenger dan program Alpajulx dan lain-lain untuk berkenalan dan mempelajari  orang lain, maka ini tidak boleh, karena situs ini berbahaya dan didalamnya terdapat  berbagai fitnah, adapun masuk padanya untuk tujuan dakwah untuk tujuan memberi  nasehat  orang yang masuk didalamnya untuk meninggalkannya dan agar ia bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla  dalam segala urusannya, hal ini  Insya Allah tidak mengapa dengan senantiasa selalu memperingatkan dari situs ini, Wallahu a’lam.
melalui Ust Khoir

AL_QUR'AN cemburu

“Cemburu”nya Al-Qur'an"

 Kalau saja Al-Qur’an punya rasa cemburu,
 ia mungkin iri dengan handphone yang
 setiap saat hampir selalu dalam genggaman
 begitu ada pesan langsung dilihat begitu ada
 telepon langsung diangkat
 atau ia iri dengan twitter dan facebook yang
 notifikasinya mampu mengalihkan perhatian
 yang beritanya dilihat berkal-kali sehari yang
 kalimatnya dicermati bahkan dinanti
 atau ia iri dengan teman sejenisnya, novel,
 majalah, buku-buku yang tebalnya berkali-
 lipat tapi mampu dilahap dengan singkat
 Kalau saja Al-Qur’an punya rasa cemburu ia
 bisa saja marah dan memutuskan hubungan
 dengan pemiliknya karena mereka lalai, tak
 memprioritaskannya
 tapi kawan, ‘cemburu’nya Al-Qur’an itu unik,
 bukan sekedar cemburu karena egois tak
 diperhatikan ia tak sedih apalagi marah, ia tak
 berontak, apalagi merengek minta
 diperhatikan
 cukup baginya memberi kita pelajaran
 dengan membuat kita lupa padanya membuat
 bagian darinya yang telah melekat dalam
 ingatan meluap satu per satu
 dan ‘cemburu’ itu lebih menyedihkan
 dibanding marahnya pihak lain yang cemburu
 karena saat pihak lain cemburu, bisa jadi
 mereka hanya marah dan siap membaik saat
 kita kembali
 tapi saat Al-Qur’an ‘cemburu’, ia akan
 meluapkan ingatan kita tentangnya yang
 membuat kita tertatih, saat ingin kembali
 padaNya Ia terlalu spesial, yah, Al-Qur’an
 terlalu spesial untuk dibandingkan dengan
 apapun, terlalu mahal untuk disejajarkan
 dengan apapun maka tak ada kamus kata
 cemburu dalam hidupnya..
By : kang Burhan

Bisnis’ Menguntungkan Bersama Al-Quran

Al-quran2Saat kita berbicara bisnis atau perniagaan, maka kita akan dihadapkan dengan dua kemungkinan yaitu untung atau rugi. Namun tahukah anda, bahwa ada satu perniagaan yang tidak akan rugi, malah memberikan keuntungan selamanya? Ya, perniagaan itu adalah perniagaan dengan Alloh SWT. Perniagaan yang selalu memberikan keuntungan tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat.

Salah satu perniagaan itu adalah dengan membaca al-Quran. Ingin tahu rahasianya?, Ini dia QS Al Fatir ayat 29:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu MEMBACA KITAB ALLOH dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan PERNIAGAAN YANG TIDAK AKAN MERUGI, (QS. 35:29)

Setiap orang muslim, sejatinya meng-IMANI bahwa al-Quran adalah firman Alloh SWT. Wujudnya, ia akan senantiasa membaca dan mempelajari al-Quran dengan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Menjadikan al-Quran sebagai pedoman utama (WAY of LIfE) dalam menjalani kehidupannya.

Apakah kita sudah menjadikan al-Quran sebagai Way of Life? Jawabannya mungkin IYA atau TIDAK. Bagi yang IYA berarti anda akan mendapatkan perniagaan yang tidak merugi, namun bagi yang BELUM mari kita berjuang bersama-sama, tiada kata terlambat untuk berbuat kebaikan.

Saudara-saudaraku se-IMAN,

Kalau kita mengamati realitas yang ada, disadari atau tidak, sedikit-demi sedikit sebagian generasi kita telah jauh dari al-Qu’ran. Hal ini kita bisa dilihat dari pengamatan penulis saat ini dengan sekitar 10 – 15 tahun yang lalu. Pada zaman dahulu, setelah maghrib dan subuh, banyak terdengar bacaan al-Quran yang dikumandangakn di rumah dan di surau / mushola. Namun sekarang waktu itu banyak digantikan dengan tontonan TV dan bacaan lainnya. Sangat sulit mendapatkan anak-anak atau orang tua yang belajar dan mengajarkan al-Qur’an, baik di desa maupun di perkotaan.

Berhati-hatilah dengan kondisi ini, karena kondisi inilah yang diinginkan oleh orang-orang kafir. Mereka bersekongkol ingin menjauhkan umat islam dari al-Quran. Jangankan mendalaminya, membacanya pun tidak bisa atau jarang dilakukan. Alloh SWT secara tegas menggambarkan keinginanan orang kafir ini dalam QS al-Fushilat 26:

“Dan orang-orang yang kafir berkata: Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).”

Untuk itu, janganlah kita menjadi orang yang meninggalkan al-Quran seperti yang diinginkan orang kafir. Sebaliknya, jadikanlah diri kita dan keluarga sebagai generasi yang gemar membaca al-Quran kapan dan dimanapun berada. Rosulullah bersabda, “Janganlah engkau jadikan rumah seperti kuburan”. Rumah yang sunyi senyap dari kalimat Alloh SWT.

Banyak sekali hadits yang memotivasi kita agar gemar membaca al-Quran, satu diantaranya sebagai berikut: “Bacalah al-quran karena al-Quran ini akan datang di hari qiamat, sebagai safaat bagi pembacanya”. “Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan al-Quran”. “Barangsiapa membaca al-Quran baginya diberikan pahala, dan setiap pahala dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan”. dan lain sebagainya.

Bagi yang belum lancar membaca al-Quran, janganlah berkecil hati. Orang yang bisa membaca al-Quran dengan baik maka ia bersama malaikat yang baik, dan bagi yang terbata-bata maka baginya dua kebaikan yakni pahala membaca dan susahnya membaca al-Quran.

Di zaman yang serba modern ini, tidak ada alasan untuk tidak bisa belajar al-Quran. Fasilitas pendukung yang memudahkan belajar sudah ada dan mudah didapatkan. Bandingkan dengan 15 abad yang lalu, saat ilmu dan teknologi belum maju, para sahabat dengan kemampuan otak yang sama sudah bisa menghafal keseluran al-Quran. Bahkan kalaupun panca indera yang jadi halangan, kita harus malu dengan banyaknya orang buta yang bisa menghapal al-Qur’an.

Marilah kita bertekad untuk membaca, belajar, mengamalkan dan mengajarkan al-Quran. Agar kita senantiasa memperoleh keuntungan selamanya…

“Dikutip dari Khutbah Jum’at, 26 Maret 2010, Mesjid al-Furqon PT. Toyota Astra Motor”
Melalui Ust Zuhdi Alqowam

GAGAP ILMU AGAMA terus mau apa ??? Mau dibawa kemana rumah tangga nya entar ??

Kalo  ana kasih pertanyaan :"Mau nggak jika pasangan hidup kita nantinya adalah sosok orang yg ngerti agama ???" Mesthi jawabane :Yo gelem tho kang,.... alias ya kalo orang waras ya mau tho,. Yuk chek diri kita masing" sob,...Siapa pun termasuk seorang penjahatpun jika ditanya :"Anaknya pengen jadi kayak gimana ?" Jawabannya :"Minimal pengen anaknya menjadi anak yg shalih/shalihah ga ingin ngikutin keburukan orang tuanya" Naaaaaahhhhhhhhh,.....Kalo seumpama kita" nih yg dari kecil ama orang tua ga di didik atau ga disekolahin di sekolah yg berbasis agama, dan akhirnya kita" yg udah umur ini kepala 2 alias umur udah lebih dari 20 tahun dan akhirnya GAPTEK masalah Ilmu agama,......APA YG HARUS KITA LAKUKAN ??? Marah ama orang tua kita kenapa dulunya kita ga diajarin bener" masalah agama ??? Ya enggak lah,.mungkin saja mereka dulu juga dalam ketidak tahuan mereka dalam pola pendidikan anak hingga kita besar dalam lingkungan yg tidak islami. Tapi sob,...Biarlah kita GAGAP TEKNOLOGI tapi JANGAN GAGAP ILMU AGAMA, kalo kondisi kita udah kadung alias terlanjur dalam kondisi diatas apa yg sebaiknya kita lakukan ??? Ya mau ga mau, suka ga suka kita mengejar ketertinggalan kita dalam konteks ilmu agama dengan ADANYA NIAT MAU BELAJAR WALAU USIA KITA GA MUDA LAGI, ingat sob,... yg namanya tolabul 'ilmi (menuntut ilmu adalah wajib) karena ibadah tanpa ilmu bisa sesat nantinya. Memang sih ada rasa malu, tapi kalo ga dimulai sekarang juga terus KAPAN lagi ??? Ga takut kayak fir'aun yg mau tobat keburu ajal menjemput. Dan satu lagi sob, bagaimana kita terutama sebagai pria yg nantinya sebagai imam bisa ngajarin istri ama anak kalo kitanya sendiri ga mau belajar, entar kalo udah nikah kadung/keburu malu ternyata kitanya ga tau apa" masalah agama, jangankan jadi imam, lha hafalan surat" pendek wae paling yg hafal an nas, al falaq, Al ikhlas ama inna a'toina,. Bagi perempuan juga sama dan justru sebagai madrasah pertama bagi anak"nya kelak. Jangan sepelekan doa" pendek harian, karena anak" akan terlatih jika dilatih dari awal oleh ibunya. Dan akhlaq serta prilaku akan melihat dan menyerap dari lingkungan sekitarnya Sob,....Mumpung masih single, yuk mulai berjibaku belajar dengan benar" belajar dan carilah guru/ustadz/murabbi disekitar anda agar dalam belajar ada yg membimbing. Dan yg bagi sudah kadung/keburu nikah tp belum bisa apa", jangan bersedih hati, asalkan ada kemauan dan buang rasa malu untuk belajar agar hidayah Allah menghampiri kita. Semoga anda, saya dan kita semua dimudahkan oleh Allah dalam menyerap ilmu yg baik dan bisa mengamalkannya,..... Afwan,.Bukan maksud untuk "mengajari ikan berenang", namun ini sebagai pengingat diri sendiri agar bertambah semangat dalam ketertinggalan. Tak ingin selamanya GAGAP DALAM ILMU AGAMA sob,.... Tanyakan pada diri kita masing",....Siapa diri kita dan apa yg kita inginkan dalam pernikahan nantinya bentuk rumah tangga yg bagaimana ??? Ingat sob,...Anak shalih shalihah adalah tabungan bagi kedua orang tuanya meskipun mereka sudah meninggal, namun anak" yg shalih shalihah tsbt terdidik dari keluarga yg orang tuanya shalih shalihah dan memiliki visi islami. Jangan korbankan masa depan keluarga dan anak" dengan kebodohan kita dalam hal agama dan akhirat. Salam santun untuk semuaAssalamu'alaikum warahmatullohi wa barokatuh,..,
By : ust Aries rahardian

Kamis, 09 Agustus 2012

Di Atas Nama Persahabatan

  Romadhon memang bulan yg istimewa. Bulan yg penuh keberkahan. Subhanallah dah,tapi disini bukannya mau menulis tentang fadhilah2 ato tentang tips-tips beromadhon,soalnya kalian tentu sudah sangat tahu dan hafal luar kepala. Ada sedikit fenomena menarik yg setidaknya ana mau persembahkan untuk ananda para pembaca sekalian.

      Momentum romadhon memberi kesempatan kepada manusia,wa bil khusus warga Indonesia,untuk berkumpul dengan sanak saudara,handai taulan dan sahabat yg terpisah sekian lamanya. Bahkan sampai ada istilah “mudik” saat menjelang lebaran nanti,saat dimana para perantau kembali kekampung halaman,melepas rindu setelah setahun/lebih, meninggalkan semua yg dicintai untuk masa depan yg lebih berarti (katanya sih ^^’).

       Hal itupun kita rasakan bersama dijenjang persahabatan. Setelah membangun kisah persahabatan 4 thn lamanya ,ato lebih dan kemudian Allah berkenan untuk memisahkan kita. diBulan yg indah ini,kita ditakdirkan kembali untuk bersua. Buat saya pribadi,sudah 3x pertemuan dengan sobat2 lama terjadi di bulan puasa ini. Pertamanya dengan generasi “Excellent”2005-2006,lulusan Mts Almujahidin ,kemudian disusul dengan berkumpul dengan “GOM 11” alumni 2 menara 2010-2011 dan barusan kemarin juga merapat buat pasukan “Syamil” produk 2 menara juga,2009-2010. Walaupun dari kesemua pertemuan,tak menunjukkan grafik 100% kehadiran. Tapi setidaknya mampu mencairkan batu kerinduan. Hohoho.

         Saya ga mau bercerita tentang rasa reuninya ya,tapi ada sedikit hal yg mengganjal yg terasa kala kami kembali bersua,dan ITU PASTI. Ada perubahan signifikan yg terjadi dipribadi kami masing-masing.
Ada yg subhanallah ,alhamdulillah dan Innalillah. Gimana itu ya????
Ya gak gimana-gimana,wajar dan pantaslah itu terjadi,dengan beberapa sebab dan alasan logis. Tapi yg mau jadi fokus disini adalah bagaimana kita menyikapinya. Ya,sikap kita melihat realita yg terjadi pada diri sahabat-sahabat kita. Yg mana kemarin itu sempat terlontar sebuah pendapat/sikap yg cenderung sekuleris bagi saya pribadi. Apakah itu???
“Kan sudah jalan hidup masing masing,jadi biarin saja”
Waduh,

Langsung keselek,,
Glek,,glek,,

Gimana itu ya maksudnya ya...?
Seperti ada dikhotomi dalam jalan perjuangan islam.
Gampangannya :
  • yg kuliah umum ---boleh---- pacaran,minum2an,rokok an.
  • Yg kuliah dien --- ga boleh--- melakukan perkara2 diatas.
  • Yg selain itu---boleh/ga boleh--- tergantung sitkondom.
“Hadeh,cape deh”

“Masalah buat elo???”

“Ya iya lah,ga Cuma gue bro,masalah buat semua pemuda islam nih “

Klo  kita  bertemu dan ternyata solusinya ternyata …anda = anda, saya= saya,,,dia= dia ,ngapain juga dinamakan pertemuan atas ukhuwah islamiyyah bro,malah cenderung ke ashobiyyah kelompok.

“sabar mas,sabar,ingat puasa mas”

  Oke-oke kita lanjutkan. Setidaknya bagi kita yg bersatu atas nama islam,yg diikat oleh Alquran,pemikirian yg diatas tadi tidak menjadi keteguhan yg dipertahankan,bahkan dibuang jauh-jauh dari hati-hati para mukmin,klo eman2 ya,monggo dijual…hehehe,tapi siapa mo beli ya.

  Kita memang Allah tempatkan dijalan yg berbeda,dr pendidikan,ada yg negri,swasta dan agama,
dr ekonomi,ada yg mandiri ada juga yg masih numpang orang tua,
dan sampai kekendaraan pun kita berbeda,ada yg ngebis, motoran,mobil,tank sampai pesawat .

Tapi (ada tapinya nih ),yg kita pegang tetap samakan. Ya islam,Ya Alquran. So,jangan dikira ketika lepas dari sekolah agama dan berpindah ke sekolah umum derajat ketidakbolehan pacaran,rokokan,dan teman2nya menurun menjadi agak2 makruh lho.

Tetap sama bro (Siapa juga yg berfikiran begitu,emang ga ada kali,Cuma dalam fakta lapangan yg terjadi begitu).
Dan bagi kita yg mengetahui,apakah akan kita biarkan begitu saja.

Sahabat sekalian,

  • sebab kita disatukan atas islam,menasehati sudah menjadi tuntutan kalam illahi.

  • Sebab kita disatukan oleh Alquran,saling mengingatkan sudah menjadi jalan kehidupan.

  • Atas nama ukhuwah islamiyyah,kita dorong sahabat yg subhanallah agar tetap ingat Allah.

  • Atas nama persahabatan iman,kita merangkul sahabat yg alhamdulillah,untuk tetap tegar dijalan dakwah.

  • Atas nama persatuan dibawah Alquran,kita bantu sahabat yg innalillah,kembali ke jalan millah.

Dan dengan itu,kita pun boleh berharap kepada Allah,Agar pesahabatan kita utuh di dunia,
dan diakherat membawa kita ke surga.
Dihari dimana sahabat dekat saling bermusuhan kecuali insan yg bermandikan sinar ketakwaan.

Sleman,21 Romadhon 1433 H
Sahabat kalian Fillah
,,.;;..;;..;
..;;''..;;;;
.;;;;..;;..;
AkhZah

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More