Pemuda "Handsome"

Hari ini bila orang menyebut "pemuda ganteng" besar kemungkinan pikiran selanjutnya adalah seorang artis jago nyanyi dan akting, atau seorang olah ragawan yang biasa tampil di medan pertandingan, atau peragawan yang melenggang lenggok di atas pentas yang ditonton orang ramai.Lanjutkan bacanya ya.

Berawal Dari Mimpi

Sebuah rencana meraih cita-cita,rencana menggapai mimpi yang tak terhingga,mimpa apakah itu??,read more.

MMI Production

Video kajian ahad pagi yg diproduksi oleh MMI Isykarima. Apa sih MMI itu? monggo dibaca sekilas infonya.^^.

Pilih Cara Matimu

Kisah yg tak bosan-bosannya admin baca. Kisah apa itu??? bacalah,semoga kembali ingat dan istiqomah.

Rahasia Ustadz Kita

Menjadi besar dan hebat seperti ulama' terdahulu pasti ada rahasianya kan. Begitu juga dengan ust yg satu ini. mau tahu siapa dan apa rahasianya. Klik di foto ^^

Mencetak hafidz yg Ilmuwan

Berikut hasil investigasi yg dimuat dimajalah isra UII,mau baca,klik disini.

Kamis, 09 Agustus 2012

Di Atas Nama Persahabatan

  Romadhon memang bulan yg istimewa. Bulan yg penuh keberkahan. Subhanallah dah,tapi disini bukannya mau menulis tentang fadhilah2 ato tentang tips-tips beromadhon,soalnya kalian tentu sudah sangat tahu dan hafal luar kepala. Ada sedikit fenomena menarik yg setidaknya ana mau persembahkan untuk ananda para pembaca sekalian.

      Momentum romadhon memberi kesempatan kepada manusia,wa bil khusus warga Indonesia,untuk berkumpul dengan sanak saudara,handai taulan dan sahabat yg terpisah sekian lamanya. Bahkan sampai ada istilah “mudik” saat menjelang lebaran nanti,saat dimana para perantau kembali kekampung halaman,melepas rindu setelah setahun/lebih, meninggalkan semua yg dicintai untuk masa depan yg lebih berarti (katanya sih ^^’).

       Hal itupun kita rasakan bersama dijenjang persahabatan. Setelah membangun kisah persahabatan 4 thn lamanya ,ato lebih dan kemudian Allah berkenan untuk memisahkan kita. diBulan yg indah ini,kita ditakdirkan kembali untuk bersua. Buat saya pribadi,sudah 3x pertemuan dengan sobat2 lama terjadi di bulan puasa ini. Pertamanya dengan generasi “Excellent”2005-2006,lulusan Mts Almujahidin ,kemudian disusul dengan berkumpul dengan “GOM 11” alumni 2 menara 2010-2011 dan barusan kemarin juga merapat buat pasukan “Syamil” produk 2 menara juga,2009-2010. Walaupun dari kesemua pertemuan,tak menunjukkan grafik 100% kehadiran. Tapi setidaknya mampu mencairkan batu kerinduan. Hohoho.

         Saya ga mau bercerita tentang rasa reuninya ya,tapi ada sedikit hal yg mengganjal yg terasa kala kami kembali bersua,dan ITU PASTI. Ada perubahan signifikan yg terjadi dipribadi kami masing-masing.
Ada yg subhanallah ,alhamdulillah dan Innalillah. Gimana itu ya????
Ya gak gimana-gimana,wajar dan pantaslah itu terjadi,dengan beberapa sebab dan alasan logis. Tapi yg mau jadi fokus disini adalah bagaimana kita menyikapinya. Ya,sikap kita melihat realita yg terjadi pada diri sahabat-sahabat kita. Yg mana kemarin itu sempat terlontar sebuah pendapat/sikap yg cenderung sekuleris bagi saya pribadi. Apakah itu???
“Kan sudah jalan hidup masing masing,jadi biarin saja”
Waduh,

Langsung keselek,,
Glek,,glek,,

Gimana itu ya maksudnya ya...?
Seperti ada dikhotomi dalam jalan perjuangan islam.
Gampangannya :
  • yg kuliah umum ---boleh---- pacaran,minum2an,rokok an.
  • Yg kuliah dien --- ga boleh--- melakukan perkara2 diatas.
  • Yg selain itu---boleh/ga boleh--- tergantung sitkondom.
“Hadeh,cape deh”

“Masalah buat elo???”

“Ya iya lah,ga Cuma gue bro,masalah buat semua pemuda islam nih “

Klo  kita  bertemu dan ternyata solusinya ternyata …anda = anda, saya= saya,,,dia= dia ,ngapain juga dinamakan pertemuan atas ukhuwah islamiyyah bro,malah cenderung ke ashobiyyah kelompok.

“sabar mas,sabar,ingat puasa mas”

  Oke-oke kita lanjutkan. Setidaknya bagi kita yg bersatu atas nama islam,yg diikat oleh Alquran,pemikirian yg diatas tadi tidak menjadi keteguhan yg dipertahankan,bahkan dibuang jauh-jauh dari hati-hati para mukmin,klo eman2 ya,monggo dijual…hehehe,tapi siapa mo beli ya.

  Kita memang Allah tempatkan dijalan yg berbeda,dr pendidikan,ada yg negri,swasta dan agama,
dr ekonomi,ada yg mandiri ada juga yg masih numpang orang tua,
dan sampai kekendaraan pun kita berbeda,ada yg ngebis, motoran,mobil,tank sampai pesawat .

Tapi (ada tapinya nih ),yg kita pegang tetap samakan. Ya islam,Ya Alquran. So,jangan dikira ketika lepas dari sekolah agama dan berpindah ke sekolah umum derajat ketidakbolehan pacaran,rokokan,dan teman2nya menurun menjadi agak2 makruh lho.

Tetap sama bro (Siapa juga yg berfikiran begitu,emang ga ada kali,Cuma dalam fakta lapangan yg terjadi begitu).
Dan bagi kita yg mengetahui,apakah akan kita biarkan begitu saja.

Sahabat sekalian,

  • sebab kita disatukan atas islam,menasehati sudah menjadi tuntutan kalam illahi.

  • Sebab kita disatukan oleh Alquran,saling mengingatkan sudah menjadi jalan kehidupan.

  • Atas nama ukhuwah islamiyyah,kita dorong sahabat yg subhanallah agar tetap ingat Allah.

  • Atas nama persahabatan iman,kita merangkul sahabat yg alhamdulillah,untuk tetap tegar dijalan dakwah.

  • Atas nama persatuan dibawah Alquran,kita bantu sahabat yg innalillah,kembali ke jalan millah.

Dan dengan itu,kita pun boleh berharap kepada Allah,Agar pesahabatan kita utuh di dunia,
dan diakherat membawa kita ke surga.
Dihari dimana sahabat dekat saling bermusuhan kecuali insan yg bermandikan sinar ketakwaan.

Sleman,21 Romadhon 1433 H
Sahabat kalian Fillah
,,.;;..;;..;
..;;''..;;;;
.;;;;..;;..;
AkhZah

Senin, 30 Juli 2012

Bangkitlah Wahai Kawan

Sahabat....
Kalau mau jujur, dimana kah kamu letakkan dakwah di hatimu?
...
...
Di tengah2 kesibukan kuliah mu kah?
...
...
Di antara tugas2 yg menumpuk setiap hari kah?
...
...
Atau bahkan di akhir semua kegiatan harian mu kah?....
...
...
Setelah kamu selesai kuliah, menyelesaikan tugas, kumpul bersama angkatan, rapat berbagai macam kepanitiaan, jalan-jalan akhir pekan, maka saat itu kamu "mendatangi" nya. Kamu "menghampiri" tugas utama para Rasul mulia ini di sisa-sisa lelahmu. Dengan peluh disekujur tubuh. Dan segala kekuatamu telah sirna. Tiada jumpa dengan janji Rabbnya...
...
...
...
Bangunlah kawan!!!
Sadarkah bahwa jalan ini, sebenarnya, tidak membutuhkan keberadaan kita? Karena bagaimanapun, ia kan terus senantiasa diperjuangkan. Dipertahankan. Dijunjung tinggi harkat, martabat serta kehormatan. Oleh sekelompok kecil yang telah dijanjikan-Nya.
...
...
...
Tapi...
Tidak kah surga-Nya menggiurkan mu?
Tidak kah suara gemercik aliran sungai yang dijanjikan itu menghampiri ruang2 di telinga mu?
Tidak kah ranum buah pepohonan menggiurkan mu tuk menggapainya?
Tidak kah kehadiran Bidadari suci yang tak bersentuh oleh seorang manusia dan jin pun meninggikan semangat juang mu ini?
...
...
...
TIDAK KAH KAWAN?

By: M. Zaki Hauna
Di pojok gempita Kota Surabaya, 16 April 2012

Sabtu, 28 Juli 2012

Bersabarlah Dan Tetap Setia wahai para Pejuang

Pernahkah kalian mengemudi di suatu jalan lurus. Sangat panjang. Nan seolah tiada berujung?
Apa yang kalian rasakan saat itu teman? Apa yang ada di pikiran kalian jika saat itu kalian berpergi seorang diri? Tak ada teman tuk bersandar cerita melepas penat. Tak jumpa kawan tuk saling menjadi pematik semangat. Tak terlihat penjaja kesegaran dari luar kendaraan anda saat itu? Tiada. Dan sama sekali anda sendiri saat itu. Di jalan lurus, sepi, dan tak berujung....

Perjuangan dakwah dan jihad adalah tak ubahnya hal tersebut...
Saat kalian menemukan jalan lurus ini dan kalian tetapkan niat tuk menggapai ujungnya (Ridho Allah semata), maka tak ayal kalian kan terhidang dengan berjuta lara. Terhujam oleh beribu sukma. Tersaji beratus-ratus cerita sepi dalam diri ini.

Saat awal perjalanan ini, mungkin, masih banyak penumpang bersama anda. Mereka bertekad meraih satu impian bersama. Tegar. Kuat. Dan tetap sabar. Tapi sayang, karena berat jalan ini dirasa, maka bergugur lah satu per satu penumpang. Ada yang berhenti di awal jalan, karena mungkin merasa salah memilih kendaraan. Ada yang berhenti di tengahnya, karena mungkin dirasa Dunia yang dicari, tak dijanjikan di ujung jalan ini. Dan tak jarang mereka yang turun di penghujungnya. Saat perjalanan tak menyisakan langkah, kecuali hanyalah sedikit saja. Mereka meras lelah, mereka merasa suntuk, mereka merasa bosan dengan jalan lurus yang monoton ini.

Maka tetaplah berada diatasnya kawan. Tetaplah tegar tuk bersama kendaraan anda. Walaupun hanya tersisa dirimu seorang. Walau harus engkau yang menggantikan peran sang pengemudi. Walau berat, penat, dan himpitan menimpa mu.

Teruntuk mereka yang masih setia bersama.
Teruntuk mereka yang masih memilih tuk ttp berdiri tegar.
Teruntuk mereka yang terus memberikan semangat pada kawan.

Percayalah sahabat, tak kan manis surga itu. Kecuali dengan bumbu pahit yang kau rasa di dunia ini. 

Saling berbagi semangat
By : Hauna in Surabaya

Jumat, 27 Juli 2012

Pesan Sesama 2 menara

Bismillah...
Karang Anyar, Jawa Tengah, 4 tahun silam...
Saat itu, selepas sholat ashar, aku duduk termenung. Sendiri, di pucuk tertinggi menara sekolahan. "Kok bisa ya, aku nyasar sampe sini? Jauh dr rumah, gak ada temen. Dingin lg...Brrrr..."
Sesaat kupandang lalu lalang manusia di luar sana. Kulihat kegembiraan menyeruak dr paras tiap2 jiwa. Serasa sedang melewati masa2 terindah dlm episode kehidupan. Bersama keluarga, kerabat, teman. Bahkan pacar!!! Kembali ku pandang diriku. Baju putih menyelimuti tubuh, "topi" -yg juga- putih melekat di kepala, "buku" kecil bertuliskan bahasa Arab kupegang erat di tangan. Inikah masa ku?? Dgn inikah ku lalui zaman??

Bumi pahlawan, Jawa Timur, sekarang...
Kembali ku tatap gugus awan yg jauh menghampar. Dengan udara yg jauh berbeda dgn masa dulu ku.... Kembali, kupandangi orang2 di luar teritori batas diri. Kulihat raut mereka yg tetap memancarkan kebahagiaan. Memang. Tp kini ada yg berbeda dari diri ku!! Aku mulai menyadari kebanggan yg jauh dibanding saat itu. Saat2 dimana kuragukan eksistensi pilihan hidup ku itu. Membias jauh hingga titik tak berhingga. Kebanggan yg aku yakini jauh diatas kebanggan orang2 d luar sana. Aku mulai sadar, bahwa ternyata masa2 yg dulu kulewati adlh masa2 terindah mozaik hidup ini. Baju putih yg dulu senantiasa kukenakan ternyata adl Baju taqwa, pakaian terbaik sepanjang masa, yg ada diantara kemewahan harta dunia. "Topi" putih yg dulu melekat, adalah sesuatu yg orang2 sebut dgn istilah peci. "Buku" berbahasa arab yg ku genggam, erat, saat itu ternyata adlh Al-Qur'an. Pedoman hidup multi zaman. Petunjuk lintas peradaban. Pendobrak tradisi kehidupan...

Teruntuk kalian yg msh "ragu" memilih keputusan ini...
Teruntuk kalian yg msh baru merasakan "keraguan" ditengahnya, yg dulu pun pernah kurasakan...
Dan teruntuk kalian yg mulai berpikir untuk meninggalkan jalan ini...

Teruslah pertahankan "ketidakpastian" kalian disini. Tetaplah bertahan dgn orang2 yg skrng berada di samping kalian. Tetaplah tegar... Sabar... Dan yakin... Kawan...

Karena sungguh, pada awalnya jalan ini adlh berat. Penat. Dan serasa tak ada "greget" semangat. Tapi, jklau kalian mau bersabar sejenak -sejenak dlm hidupku adl 4 tahun- maka benar lah janji nyata dari Rabbul 'Izzah. Pemilik dr segala kumiaan... Krn ia tiada berdusta...

Tetaplah menjadi mutiara kawan... Mutira yg senantiasa menyinari kehidupan. Mutiara di tengah kepekatan lumpur kehidupan.... Tetaplah menjadi penyeru kebaikan... Tetaplah bersatu pada sambungan tali ukhuwah...
Bersama... Erat... Di medan pertempuran pemikiran.....

by : M Zaki

Kamis, 26 Juli 2012

Untukmu Ibu

Ibu...
Telah kau kandung diriku sembibilan bulan
Dengan keletihan dan sakit yang kau rasakan
Serta cinta dan kasih yang selalu kau curahkan
Tanpa pamrih dan mengharap balasan

Kini ku telah tumbuh dewasa, menapaki kehidupan
Bersama jerih payah dan pengorbanan, daku kau besarkan
Namun, seringkali kubuatmu meneteskan air mata kekecewaan
Karena kutak bisa menjadi seperti yang kau harapkan

ibu..
Maafkanlah aku atas segala kesalahan yang menyertaiku
Maafkanku yang tak bisa membalas jasamu
Ku yang selalu membuatmu meneteskan airmata dari mata sayumu
Dan seringkali ku tertawa di atas tangismu

ibu..
Kini tlah kusadari segala kekhilafanku
izinkanlah ku tuk merubah keburukanku terhadapmu
Maafkanlah aku dengan keridhoan hatimu
Terimalah baktiku padamu

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More